You are here Vol 4 No 2 Oktober 2009

Jurnal Psikologi Proyeksi Vol. 4 No. 2 Oktober 2009/Choiriyah

E-mail Print PDF

PERAN MODEL TRANSAKSI ORANG TUA DALAM PENGASUHAN REMAJA

Dwi Wahyuningsih Choiriyah

 

Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung

Abstrak

Orangtua berperan penting dalam membantu remaja melewati masa transisi dan mencapai penyesuaian diri yang memadai. Orangtua membutuhkan cara yang sehat untuk melakukan pengasuhan. Perbedaan gender memberikan pengaruh dalam peran jenis kelamin anak dan remaja. Setiap individu mempunyai latar belakang dan pengalaman masing-masing dari orangtua sebelumnya. Pengalaman tersebut berkaitan dengan kelekatan (rasa aman) yang akan diimitasi, baik disadari atau tidak. Dalam pengasuhan, faktor kompetensi orangtua melakukan pengasuhan, termasuk di dalamnya pengalaman orangtua di masa lalu, menjadi salah satu faktor yang penting. Permasalahan remaja dapat disebabkan oleh model transaksi orangtua yang mengkritik atau mengendalikan. Orangtua dengan pengasuhan authoritative menjadi model pengasuhan yang positif bagi perkembangan remaja (Baumrind, dalam Santrock, 2002). Dalam pengasuhan ini orangtua bertransaksi secara sehat dan seimbang dengan penerimaan dan keterlibatan yang penuh kehangatan, memberikan ketegasan dan supervisi, serta memotivasi kemandirian psikologis. Orangtua dengan model transaksional yang kurang tepat dalam pengasuhan dapat melakukan koreksi (corrective parenting, Levin, 1998). Pemahaman terhadap diri diperlukan untuk meningkatkan rasa aman (kelekatan) pada anak, serta menciptakan hubungan yang konsisten dan penuh vitalitas pada orangtua (Hadjam, 2002; Samerof & Chandler, dalam Fiese, 2007; Siegel, dalam McDermott, 2008). Sehingga pada akhirnya, remaja memperoleh kesempatan untuk berkembang secara lebih optimal.

Kata kunci : kelekatan, pengasuhan authoritative, model transaksional, pengasuhan orangtua, remaja

 

Full text : Pdf