You are here Vol 4 No 2 Oktober 2009

Jurnal Psikologi Proyeksi Vol. 4 No. 2 Oktober 2009/Siswati & Abdurrohim

E-mail Print PDF

MASA HUKUMAN & STRES PADA NARAPIDANA

Triana Indah Siswati1) & Abdurrohim2)

 

1)2)Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang

 

Abstrak

Seorang narapidana selama berada di Lembaga Pemasyarakatan, ruang gerak narapidana dibatasi dan mereka terisolasi dari masyarakat. Keadaan seperti ini dapat menjadi stressor yang menyebabkan stres pada narapidana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara lama menjalani masa hukuman dengan kondisi stres narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Magelang. Populasi dalam penelitian ini adalah narapidana yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Magelang, dengan kriteria: laki-laki, usia minimal 17 tahun, bisa membaca dan menulis, serta divonis dengan hukuman sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan.Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara lama menjalani masa hukuman dengan kondisi stres narapidana dilakukan pengujian menggunakan teknik korelasi Product Moment. Hasil analisis menunjukkan koefisien sebesar rxy = 0,758 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,01). Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara lama menjalani masa hukuman dengan kondisi stres narapidana. Besarnya sumbangan efektif lama menjalani masa hukuman terhadap kondisi stres narapidana adalah 0,575, artinya pengaruh lama menjalani masa hukuman terhadap kondisi stres narapidana pada penelitian ini sebesar 57,5%, sedangkan sisanya 42,5 % adalah berasal dari faktor lain, seperti faktor jenis kelamin, usia, jenis kasus, latar belakang lingkungan sosial, tingkat pendidikan, dan lain sebagainya.

Kata Kunci: stres, masa hukuman, narapidana

 

Full text : Pdf