You are here Vol 7 No. 1 April 2012

Jurnal Psikologi Proyeksi Vol. 7 No. 1 April 2012/Fitriyah dan Falasifatul Falah

E-mail Print PDF

AGGRESSIVENESS, PESANTREN AND SHIYAM
(A COMPARATIVE STUDY)

Fitriyah1) , Falasifatul Falah2)*)

1)2) Faculty of Psychology, Sultan Agung Islamic University

*) E-mail : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it


Abstract

Aggressive behaviors by adolescents in Indonesia has perceived as national problem. This problem of behavior occur among all background of teenagers, including young people who had religious background. There are two purposes of the study: 1). To examine the difference of aggressiveness between adolescent living in pesantren and adolescent living outside pesantren; and 2). To examine the difference of aggressiveness among adolescents doing different frequency of religious fasting (shiyam), especially non-obligatory (sunnah) fasting on Monday or Thursday. The population of study was 11 to 21 years old male-Moslem adolescent living in Kelurahan Bangunharjo, Semarang. Samples of study taken with random sampling, based on data of residences in Kelurahan Bagunharjo Semarang. Two hypotheses were proposed in this study: 1). There are different aggressiveness between adolescents living in pesantren and ones living outside of pesantren; and 2). There are different aggressiveness among adolescents doing different frequencies of Monday-Thursday shiyam. The first examination employing independent sample t-test resulted in t=-4,902 which p=0,00 (p<0,01), showed that the first hypothesis was proved: there was a very significant difference of aggressiveness between the group of Muslim-male adolescents living in pesantren and the group of others, the first group showed lower aggressiveness. The second examination employing one-way anova resulted in F=16,736 which p=0, 00 (p<0, 01), showed that the second hypothesis was also proved: there was a very significant difference of aggressiveness among the groups of Muslim-male adolescents with different frequency of religious fasting (shiyam): the more frequency of religious fasting, the lower aggressiveness was. The result of study suggested that both religious living environment and religious fasting might give contribution to decrease aggressiveness on adolescents.

Keywords: adolescent, aggressiveness, pesantren, religious fasting (shiyam)


AGRESIVITAS, PESANTREN DAN PUASA
(SUATU STUDI PERBEDAAN)


Abstrak

Perilaku agresif oleh remaja di Indonesia dipandang sebagai masalah bangsa. Masalah perilau ini terjadi pada remaja dari semua latar belakang, termasuk anak-nak muda dengan latar belakang agama. Penelitian ini memiliki dua tujuan: 1). Menguji perbedaan agresivitas antara remaja yang tinggal di pesantren dengan remaja yang tinggal di luar pesantren; serta 2). Menguji perbedaan agresivitas remaja ditinjau dari frekuensi melakukan puasa sunnah Senin-Kamis. Populasi penelitian adalah remaja-remaja laki-laki yang berusia antara sebelas hingga dua puluh satu tahun, beragama Islam, dan tinggal di Kelurahan Bangunharjo, Semarang. Sampel penelitian diambil secara random berdasarkan data penduduk di Kelurahan Bagunharjo Semarang. Ada dua hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini: 1). Ada perbedaan agresivitas antara remaja yang tinggal di pesantren dengan remaja yang tinggal di luar pesantren; dan 2). Ada perbedaan agresivitas pada remaja ditinjau dari frekuensi berpuasa Senin-Kamis. Pengujian yang pertama dengan independent sample t-test menghasilkan nilai t=-4,902 dengan p=0,00 (p<0,01), menunjukkan bahwa hiptesis yang pertama terbukti: Ada perbedaan agresivitas yang sangat signifikan antara kelompok remaja laki-laki Muslim yang tinggal di dalam pesantren dengan kelompok remaja laki-laki Muslim yang tinggal di luar pesantren. Kelompok yang tinggal di dalam pesantren  menunjukkan agresivitas yang lebih rendah. Uji hiptesis yang kedua menggunakan anava satu jalur (one-way anova) menghasilkan nilai F=16,736 dengan p=0, 00 (p<0, 01), menunjukkan bahwa hipotesis kedua juga diterima: Ada perbedaan agresivitas yang sangat signifikan pada remaja laki-laki yang beragama Islam ditinjau dari frekuensi berpuasa Senin-Kamis. Main tinggi frekuensi berpuasa sunnah Senin-Kamis, makin rendah agresivitasnya. Hasil penelitian mengarahkan pada kemungkinan bahwa baik lingkungan tempat tinggal yang religius maupun puasa sunnah mungkin berperan untuk menurunkan agresivitas remaja.

Kata Kunci: remaja, agresivitas, pesantren, puasa

 

Full text : Pdf