You are here Staf Pendidik

Prosiding BUDAYA MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT YANG TERGANTIKAN OLEH BUDAYA KEKERASAN - Luh Putu

E-mail Print PDF

BUDAYA MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT YANG TERGANTIKAN OLEH BUDAYA KEKERASAN

 

 

ABSTRAK

Makalah ini membahas tentang budaya musyawarah untuk mufakat yang tergantikan oleh budaya kekerasan. Fenomena kekerasan diawali sejak runtuhnya rezim Orde Baru dan menjadi semakin marak terjadi di berbagai lapisan masyarakat di Indonesia. Setiap persoalan dan konflik yang terjadi di bangsa Indonesia hampir setiap waktu diselesaikan dengan kekerasan. Budaya ‘musyawarah untuk mufakat” pun yang merupakan semboyan hidup bermasyarakat bagi bangsa Indonesia perlahan mulai tergantikan oleh budaya kekerasan. Untuk itu perlu adanya suatu upaya lebih lanjut untuk memutus rantai kekerasan di masyarakat yaitu dengan mengetahu apa penyebab dari maraknya kekerasan dan mengupas kembali keberadaan Pancasila sebagai dasar negara yang membahas tentang permusyawarahan melalui sila ke 4. Bangsa Indonesia tampaknya perlu meninjau ulang dan meresapi dengan khidmat tentang arti dari dasar negara yaitu pancasila dalam kehidupan berbagsa dan bermasyarakat. Budaya musyawarah untuk mufakat yang mulai terlupakan oleh bangsa ini tampaknya perlu dihidupkan kembali semangatnya dalam setiap jiwa masyarakat Indonesia. Agar pada saat menghadapi masalah, bukan kekuatan fisik dan emosi yang didahulukan tetapi budaya musyawarah yang mencerminkan budi pekerti yang tinggi. Pentingnya menanamkan kesadaran bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat menjalani kehidupan tanpa bantuan dari manusia lain. Diharapkan dapat membuat masing-masing individu saling menghargai keberadaannya satu sama lain. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran yang komperehensif bagi seluruh lapisan bangsa Indonesia untuk menyalakan kembali budaya “musyawarah untuk mufakat” dalam memutus rantai kekerasan. Apabila ini sudah terlaksana, maka kehidupan yang nyaman, tentram dan dinamis dengan menghargai keberadaan satu sama lain akan dapat terwujud dengan lebih baik.

Sertifikat

Full Text