You are here Prosiding 2013 Mochamad Widjanarko

Prosiding 2013/Mochamad Widjanarko

E-mail Print PDF

KERENTANAN MASYARAKAT LOKAL PEGUNUNGAN

MURIA MENGHADAPI BENCANA

Mochamad  Widjanarko

Abstrak

Kawasan Pegunungan Muria di Kabupaten Kudus dan Jepara menurut peta kerawanan bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merupakan kawasan dengan tingkat kerawanan bencana tinggi. Penelitian ini bertujuan menemukenali ancaman, kerentanan dan kapasitas masyarakat terhadap bencana di pegunungan Muria. Pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, pengamatan terlibat dan diskusi kelompok terarah  dengan fokus pada pihak  yang berkaitan langsung atas pengelolaan pegunungan Muria seperti masyarakat, tokoh masyarakat, aparat pemerintah desa, Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di tiga kabupaten yaitu Kudus, Pati dan Jepara. Semua data lapangan dikumpulkan, diverifikasi dan dianalisis deskriptif. Hasil pengamatan dan wawancara menunjukkan bahwa pemahaman aparat pemerintah tentang penanggulangan bencana dan peraturan organiknya, masih rendah. Bencana hanya diterjemahkan pada proses tanggap darurat sedangkan rasionalisasi upaya pengurangan risiko bencana belum kelihatan. Kedua, pemahaman umum sebagian besar masyarakat, bencana adalah takdir dari Tuhan. Pernyataan bahwa bencana merupakan takdir Tuhan, tidak menjadi dasar yang kuat dalam mengenali ancaman dan kerentanan, karena pengetahuan lokal yang merupakan kapasitas masyarakat menunjukkan hal yang berbeda. Kemampuan masyarakat mengenali risiko melalui tanda alam merupakan bentuk kapasitas masyarakat menghadapi bencana. Proses menemukenali risiko tersebut juga merupakan bentuk penyesuaian masyarakat atas kondisi alam yang ada atau dikenal dengan ’ilmu titen’ baik masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan maupun pesisir.

Kata kunci: pengetahuan lokal, masyarakat Muria

Fulltext Pdf