You are here Prosiding 2013 Achmad Mutho’ M Rois

Prosiding 2013/Achmad Mutho’ M Rois

E-mail Print PDF

MITIGASI, KEARIFAN LOKAL DAN PSIKOLOGI BENCANA ALAM

Achmad Mutho’ M Rois

Fakultas Psikologi Unissula Semarang

Abstrak

Masyarakat sering dibuat terpana anomali perilaku alam semesta. Disaat bersahabat alam memberikan apa saja yang menjadi kebutuhan manusia, seperti, oksigen, nutrisi, mineral, siklus tetap bima sakti (matahari, bumi, bulan, gugusan meteroit) dll. Sementara itu disaat lain,  alam semesta berjalan dengan hukumnya sendiri yang destruktif, seperti banjir bah, tanah longsor, gunung meletus, petir, gelombang pasang (tsunami), dll.

Sejalan dengan kemajuan jaman, ilmu pengetahuan dan teknologi telah menunjukkan kemajuan,  kondisi itu masyarakat telah mampu melakukan eksplorasi dan eksploitasi sumber-sumber daya alam untuk memenuhi hasrat hajat hidup, bersamaan dengan itu,  berkembang pula hasrat manusia ingin menguasai manusia yang lain, keserakahan, pemaksaan kehendak, yang justru menjadi sumber malapetaka dan sumber konflik (bencana social, KKN, tingginya angka kriminalitas), mulailah ada kecerobohan-kecerobohan (anomali). Ketika terjadi bencana,  kebingungan, ketakutan, kesedihan, kesengsaraan(depresi), karena yang akan timbul kehancuran, pemusnahan, kerusakan (destruktif), mengharap pertolongan memakan waktu, tidak semua orang mempunyai sifat voluntir “relawan”, sementara itu  korban bencana mulai bejatuhan, pada situasi seperti ini Psikologi dibutuhkan.

Bukan untuk evakuasi, pengadaan logistic, namun lebih menjaga kondisi psikologi korban, seperti program pendampingan duka cita, menceriakan anak-anak, mengadakan sekolah darurat, mengadakan kegaiatan spiritual darurat. Menggiatkan semua orang yang ada pada lokalisasi korban bencana supaya tidak mudah stres dan terhindar dari depresi. Sebab saat berada pada lokasi pengungsian baik, korban, tim penanggunangan bencana, LSM, aparat keamanan menjadi sensitif. Bayangan menakutkan kejadian bencana ini yang dituakan / tokoh masyarakat, menjadi orang paling didengar masyarakat.

Tindakan pengumpulan korban bencana,  kemudian melakukan ritual,  memohon doa tolak balak kepada Tuhan yang maha kuasa supaya selamat dari bencana, dilakukan sedekah bumi, solat istisqok, bubur suran, perang obor, sendra tari ritual untuk pencegahan nencana dll,  sebagai upaya pencegahan bencana. Kearifan lokal (kecerdasan spiritual).

Kata Kunci. Mitigasi, kearifan lokal, Psikologi bencana

Fulltext Pdf