You are here Prosiding 2013 Sri Respati Andamari

Prosiding 2013/Sri Respati Andamari, dkk

E-mail Print PDF

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL

DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA

SISWA MAN III YOGYAKARTA

Sri Respati Andamari, Hanif Ayuk Wulandari

Jurusan Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Teknologi Yogyakarta

Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Abstrak

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Masa remaja mengalami ketidakstabilan dari waktu ke waktu sebagai konsekuensi dari usaha penyesuaian  diri pada pola perilaku baru dan harapan sosial yang baru (Hurlock, 2011). Masa remaja yang identik dengan lingkungan sosial tempat berinteraksi, membuat remaja dituntut untuk dapat menyesuaikan diri secara efektif. Banyak kasus remaja yang muncul dikalangan masyarakat yang disebabkan oleh tingkat emosi remaja yang cenderung tidak stabil, salah satunya adalah fenomena perkelahian antar pelajar yang dari tahun ke tahun meningkat. Banyak faktor yang mungkin mempengaruhi atau berhubungan dengan kecenderungan remaja berperilaku agresif. Menurut Goleman (2007), kecerdasan emosional yang baik dapat mengurangi agresi, khususnya pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dan perilaku agresif pada remaja. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan negatif antara kecerdasan emosional dengan perilaku agresif pada remaja di Yogyakarta. Yang dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional, maka semakin rendah perilaku agresif remaja. Subyek dalam penelitian ini 61 siswa untuk uji coba dan 80 siswa untuk penelitian. Penelitian dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri III Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan dua buah skala sebagai alat ukur, yaitu skala kecerdasan emosional dan skala perilaku agresif. Berdasarkan hasil deskripsi data variabel kecerdasan emosional pada kategori sedang sebanyak 54 siswa (70,13%), diikuti kategori tinggi sebanyak 13 siswa (16,88%), dan sebanyak 10 siswa (12,99%) skor kecerdasan emosionalnya rendah. Sedangkan untuk hasil deskripsi data variabel perilaku agresif menunjukkan bahwa pada kategori sedang sebanyak 54 siswa (70,13%), diikuti kategori rendah 13 siswa (16,88%), dan 10 siswa (12,99%) pada kategori tinggi. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan negative yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan perilaku agresif pada remaja di Yogyakarta. Hal inidilihat dari nilai korelasi antar variabel yang memiliki nilai koefisien tinggi yaitu sebesar -0,727 dengan taraf signifikansi 0,000 (p<0,025) artinya semakin tinggi kecerasab emosional maka akan semakin rendah perilaku agresif, sebaliknya semakin rendah perilaku agresif maka semakin tinggi kecerdasan emosional remaja.

Kata kunci :agresif, kecerdasan emosional, remaja

Fulltext Pdf