You are here Prosiding 2013 Nurul Aisyah

Prosiding 2013/Nurul Aisyah

E-mail Print PDF

MEMPERSIAPKAN PENYANDANG DISLEKSIA MENJALANI KEHIDUPAN SOSIAL

Nurul Aisyah

(Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin)

Abstrak

 

Dewasa ini, masyarakat menganggap bahwa anak penyandang disleksia sama dengan anak Down Syndrom atau Autis. Sehingga banyak diantara anak penyandang disleksia mendapatkan penanganan yang tidak tepat, yang mengakibatkan tidak tercapainya peran sosial anak disleksia di tengah-tengah masyarakat seperti anak normal pada umumnya. Kebanyakan keluarga memutuskan untuk tidak menyekolahkan anak disleksia dengan anggapan bahwa apapun yang dilakukan hasilnya akan sia-sia dan tidak akan membawa perubahan terhadap anak disleksia. Disisi lain, pihak sekolah tidak memberikan toleransi pada anak disleksia untuk belajar bersama anak normal lainnya, anak disleksia akan dikeluarkan dari sekolah umum. Penanganan yang tidak tepat akan berdampak bagi anak disleksia maupun lingkungannya. Beberapa penelitian dan teori psikologi membahas mengenai bagaimana peran keluarga dan sekolah dalam menangani anak disleksia, mulai dari pengaruhnya, metode penyembuhannya, hingga alat tes untuk mendeteksi anak pengidap disleksia dan jenisnya. Dalam makalah ini, akan diuraikan beberapa hal penting seputar apa saja yang dibutuhkan untuk mempersiapkan penyandang disleksia menjalani kehidupan sosial.  Pada bagian awal akan dipaparkan seputar disleksia, kemudian dipaparkan rasionalisasi pentingnya lingkungan terutama keluarga dan sekolah dalam membantu anak diseleksia mengenal kehidupan sosial, dan diakhir makalah akan diuraikan hal-hal yang diperlukan keluarga dan sekolah unutk mempersiapkan penyandang diseleksia menjalani kehidupan social dengan menggunakan perspektif teori-teori Psikologi yang relevan.

Kata kunci : disleksia, penyandang disleksia, kehidupan sosial, dan kebutuhan penyandang disleksia.

Fulltext Pdf