You are here Prosiding 2013 Otih Jembarwati

Otih Jembarwati

E-mail Print PDF

PERBEDAAN PERILAKU INTERPERSONAL GURU MENURUT GURU DENGAN PERILAKU INTERPERSONAL GURU MENURUT SISWA DAN KECERDASAN SISWA UNTUK PEMAHAMAN GURU TERHADAP SISWA

Otih Jembarwati

Abstrak

Penelitian menggunakan metode kuantitatif  dengan melakukan uji beda terhadap Perilaku Interpersonal Guru dan Persepsi Siswa Terhadap Perilaku Interpersonal Guru. Data dikumpulkan dengan menggunakan Quetioner Teaching Interpersonal dan Persepsi Perilaku interpersonal guru. Hasil Penelitian menunjukan terdapat Perbedaan Perilaku Interpersonal menurut Guru dengan Persepsi Perilaku Interpersonal Guru menurut siswa, dengan P value < 0,05 . Aspek Kecerdasan siswa menunjukkan potensi kecerdasan siswa yang akan menjadi dasar acuan dalam menentukan strategi dan metode mengajar guru. Pemahaman tentang perilaku interpersonal Guru, perbedaan perilaku interpersonal guru menurut guru dan siswa mengembangkan pemahaman guru tentang iklim belajar yang terbentuk dalam proses belajar mengajar. Pemahaman guru tentang aspek kecerdasan membantu guru BK dan guru menentukan metode belajar dan strategi dalam proses belajar di kelas yang sesuai bagi siswa. Subjek Penelitian adalah siswa kelas XI SMA GB di Semarang, berjumlah 25 orang.

Pemahaman tentang perilaku interpersonal berakibat terhadap emosi siswa. Perilaku Interpersonal guru mempengaruhi kondisi emosi siswa melalui afek yang tersampaikan pada siswa dan mempengaruhi afek siswa melalui persepsi perilaku interpersonal guru menurut siswa. Persepsi tentang perilaku interpersonal mempengaruhi afek siswa sehingga mempengaruhi kesejahteraan emosi siswa dengan menurunkan tingkat stress siswa  saat berelasi interpersonal. Guru mengetahui tipe perilaku interpersonal apa yang mereka tampilkan dan kecenderungan persepsi siswa terhadap perilaku interpersonal guru. Pengetahuan tersebut diharapkan mengembangkan pemahaman tentang perilaku interpersonal seperti apa yang dipersepsi oleh siswa dan diterima siswa secara positif.

Secara langsung persepsi siswa terhadap perilaku interpersonal guru mempengaruhi penghayatan emosi saat berelasi dengan siswa, sehingga siswa dan guru dapat memahami  tipe perilaku interpersonalnya untuk mengembangkan pemahaman bersama tentang relasi interpersonal yang sesuai.

Perilaku interpersonal guru dikembangkan oleh Leary . Leary (2005) berprinsip, cara manusia berkomunikasi menggambarkan kepribadiannya, dengan mereduksi ketakutan agar dapat menjaga self esteem. Maka secara tidak sadar saat seseorang berkomunikasi ia menghindari kecemasan dan membuat diri menjadi lebih nyaman dengan dirinya, hingga menghasilkan berbagai style yaitu authoritarian, dependency, friendly ataupun style lain saat berhadapan dengan subjek yang berbeda. Bila berhasil membuatnya tidak cemas maka style tersebut dipertahankan. Model Style Interpersonal Personality yang dikembangkan Leary menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut yang dikembangkan oleh Wubbles dalam persepsi siswa terhadap perilaku interpersonal guru. Persepsi siswa terhadap perilaku interpersonal guru mengacu pada definisi Schunk & Mee (dalam Wubbels, Brekelmans, Brok, & Tartwijk, 2005) yaitu pikiran, perasaan, dan keyakinan siswa terhadap guru dan situasi kelas.

Perilaku interpersonal guru berkaitan pula dengan pencapaian tujuan instruksional pengajaran dalam manajemen kelas (Doyle dalam Evertson & Weinstein, 2006). Pada pencapaian tujuan instruksional, guru tidak hanya dinilai dalam segi pengetahuan dan keahlian tetapi juga sebagai sosok yang dapat dipercaya dan berperan sebagai teladan bagi siswa.

Perilaku interpersonal guru mempengaruhi makna informasi yang disampaikan. Sebagai contoh, penolakan guru terhadap pertanyaan siswa karena guru tidak mendengar dapat menimbulkan interpretasi siswa bahwa guru sibuk atau siswa menilai bahwa pertanyaan tersebut tidak sesuai (Wubbels & Brekelmans, 2005).


Analisis statistik  yang dilakukan adalah Uji T terhadap Data Perilaku Interpersonal menurut guru dengan Perilaku Interpersonal Guru menurut Siswa, untuk mengetahui perbedaan Tipe Perilaku Interpersonal Guru dan Persepsi Perilaku Interpersonal Guru menurut Siswa. Pada kecerdasan subjek,  dilakukan Tes Kecerdasan untuk mengetahui kesesuaian dengan Jurusan yang dipilih serta kecenderungan potensi kecerdasan siswa. Hasil Tes Kecerdasan, Perilaku Interpersonal Guru dan Persepsi Perilaku interpersonal guru diberitahukan pada Guru BK dan guru bidang studi untuk pemahaman guru pentingnya perilaku interpersonal dan penanganan siswa lebih lanjut.
Wubbels dan Brekelmans (dalam Wubbels dkk, 2005) menganalisis perilaku mengajar dari guru. Persepsi siswa terhadap perilaku interpersonal guru adalah (1) admonishing atau mudah marah, tersinggung dan menghukum, (2) strict atau tenang serta menerapkan aturan dan norma, (3) leadership atau memimpin dan menstrukturisasi situasi ruang kelas, (4) helping/friendly atau membantu, humoris, bekerja sama, dan bersahabat, (5) dissatisfied atau mengekspresikan rasa kecewa dan ketidakpuasan dengan kritik serta menginginkan kelas yang sunyi, (6) uncertain atau memaafkan dan membiarkan perilaku siswa yang salah, low profile, (7) student freedom atau memberi kesempatan dan persetujuan siswa bekerja mandiri penuh tanggung jawab, dan (8) understanding atau memahami dan empatik pada siswa.

Key Konsep : Perilaku Interpersonal Guru menurut Guru , Perilaku Interpersonal guru menurut Siswa, Kecerdasan .

Fulltext Pdf