You are here Prosiding 2013 Diana Arum Terani

Prosiding 2013/Diana Arum Terani,dkk

E-mail Print PDF

KEBERHASILAN SELF-EFFICACY DITINJAU DARI KONSEP BIRRUL WALIDAIN

Diana Arum Terani dan Fajar Bening Wahyuningsih

Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Abstrak

Study literatur ini menggunakan metode explanatory. Urgensi dari study literatur ini adalah meninjau self-efficacy berdasarkan konsep birrul walidain yang bertujuan untuk memahami keterkaitan pada kedua konsep tersebut.

Konsep self-efficacy menggunakan konsep Bandura dengan 3 aspek, yaitu level, strength, dan generality. Adapun konsep birrul walidain dari Dr. M. Quraish Shihab, yang berarti bahwa individu berkewajiban untuk mematuhi dan mentaati orang tuanya dengan batasan, yaitu taat dalam hal-hal yang baik dan tidak menjurus dalam hal-hal kemusyrikan serta kekufuran. Selain itu birrul walidain juga berarti menjaga hubungan silaturrahim individu kepada orang tuanya. Terdapat 4 aspek yang meliputi bergaul dengan cara yang baik, perkataan yang lemah lembut, tawadhu, dan memberikan infaq.

Birrul walidain menunjukkan adanya attachment pada diri individu dilihat dari upaya menjaga hubungan baik pada orang tua. Attachment tersebut menjadikan individu memiliki pengaruh internal, baik berupa belief maupun emosi positif. Di sisi lain, belief maupun emosi positif akan mendukung tingginya self-efficacy dan mampu meraih keberhasilan

Berdasarkan uraian di atas, dalam mencapai keberhasilan self-efficacy diperlukan adanya pemahaman dan penerapan birrul walidain dengan baik, sehingga dapat memunculkan belief dan emosi positif sebagai wujud mental sehat dengan kepribadian yang positif. Oleh karena itu, birrul walidain adalah arahan utama yang meninjau penjelasan mengenai keberhasilan self-efficacy.

Kata Kunci: self-efficacy, birrul walidain

Fulltext Pdf