You are here Akademik

Akademik

A. Kurikulum

Kurikulum yang digunakan di Fakultas Psikologi Unissula adalah Kurikulum Nasional (Kurnas 2000) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional SK. No. 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa yang bercirikan kurikulum berbasis kompetensi (competence based curriculum) Perkuliahan Fakultas Psikologi Unissula ditempuh dalam waktu 7 semester (3,5 tahun) dengan jumlah sks minimal adalah 149 sks, yang terdiri dari :

  • Mata kuliah wajib nasional 68 sks
  • Mata kuliah wajib instutisional 69 sks
  • Mata kuliah pilihan bebas minimal 12 sks.

B. Sistem Perkuliahan
Dunia pendidikan psikologi telah berulang kali mengalami perubahan sistem perkuliahan. Pertama adalah sistem paket murni dengan beban kuliah yang bersifat utuh dan semua mata kuliah bersifat wajib. Kedua berkembang sistem kredit yang diperkenalkan pada tahun 1970-an dengan sistem pendidikan tunggal, yaitu program pendidikan sarjana psikologi yang memiliki beban kredit minimal 160 sks. Ketiga adalah sistem kredit yang berlaku sekarang yang mengacu pada kurikulum nasional yang ditetapkan oleh Menteri pendidikan dan kebudayaan (Kurnas 1994). Berdasarkan sistem dan kurikulum ini, program pendidikan sarjana Psikologi Unissula terdiri atas program pendidikan akademik sarjana psikologi dengan beban kredit sebanyak 149 sks .

C. Sistem Kredit

1. Pengertian
Sistem kredit ialah sistem penyelenggaraan pendidikan dimana beban studi mahasiswa, beban kerja dosen dan penyelenggaraan program lembaga pendidikan dinyatakan dalam kredit. Sistem ini juga merupakan sistem yang memperhatikan kemampuan masing-masing individu mahasiswa sehingga waktu dan beban studi yang sama tidak harus selesai sama antara mahasiswa yang satu dengan yang lainnya. Dalam satuan kredit, beban yang harus diselesaikan oleh mahasiswa oleh mahasiswa pada suatu jenjang studi dinyatakan dalam bentuk sejumlah satuan kredit. Apabila satuan waktu untuk menyatakan lamanya satu program pendidikan dalam suatu jenjang pendidikan dinyatakan dalam semester maka beban studi tersebut di kenal dengan Satuan Kredit Semester (SKS)

2. Tujuan
Tujuan umum penerapan sistem kredit ini adalah untuk memenuhi tuntutan pembangunan, karena didalamnya dimungkinkan penyajian program pendidikan yang bervariasi dan fleksibel dan memberi kemungkinan lebih luas kepada mahasiswa untuk memilih program menuju suatu macam jenjang profesi tertentu yang dituntut oleh pembangunan. Secara khusus tujuan sistem kredit adalah :

a. Memberi kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang singkat
b. Memberi kesempatan kepada mahasiswa agar dapat mengambil mata kuliah yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya
c. Mempermudah penyusunan kurikulum dari waktu kewaktu dengan adanya pengembangan ilmu dan teknologi yang sangan besar
d. Memungkinkan transfer kredit antar jurusan, antarbagian, antarprogram studi atau antarfakultas dalam suatu perguruan tinggi
e. Memungkinkan mahasiswa untuk dapat pindah dari satu perguruan tinggi keperguruan tinggi lainnya
f. Memungkinkan agar sistem evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya.

D. Beban pendidikan dan satuan kredit
Beban pendidikan menyangkut beban studi bagi mahasiswa dan beban mengajar bagi dosen memerlukan suatu ukuran. Ukuran itu dinyatakan dalam satuan kredit dan karena kita menganut sistem semester maka disebut satuan kredit (SKS). SKS ini menyangkut setiap kegiatan pendidikan seperti kuliah, praktikum, praktek lapangan, penelitian dan lainnya. Satu sks adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan selama tiga jam dalam seminggu. Untuk mahasiswa tiga jam itu antara lain satu jam kuliah, satu jam untuk perencanaan dan evaluasi seperti PR dan satu jam lagi adalah kegiatan mandiri mahasiswa yang berkaitan dengan pengembangan materi.

E. Ujian dan Penilaian

1. Maksud dan tujuan penyelenggaran ujian
a. Untuk mengetahui apakah seorang mahasiswa telah memahami atau menguasai materi yang telah disajikan
b. Untuk mengelompokkan mahasiswa berdasarkan kemampuannya ke dalam kelompok Sangat Baik (Kelompok A), Baik (Kelompok B), Cukup (Kelompok C) Kurang (Kelompok D) dan Jelek (Kelompok E)
c. Untuk menilai apakah materi yang disajikan telah sesuai dengan cara penyajiannya telah cukup baik, sehingga mahasiswa dengan usaha yang wajar dapat memahami materi tersebut.

2. Sistem ujian
Ujian dapat dilakukan dalam berbagai bentuk seperti ujian tertulis, lisan, seminar atau mengerjakan karangan dan sebagainya. Ujian juga dapat dilakukan dengan kombinasi dari cara diatas. Agar maksud dan tujuan ujian dapat terpenuhi maka perlu dilakukan beberapa kali ujian yaitu ujian tengah dan ujian akhir. Data nilai dapat diperoleh berdasarkan atas nilai ujian akhir, ujian tengah dan nilai kegiatan rangkaian seperti penulisan karangan, pekerjaan rumah, partisipasi dalam kelas, praktikum dan lainnya. Dengan adanya data nilai yang terdiri dari berbagai nilai tersebut, evaluasi hasil studi mahasiswa dapat dilaksanakan dengan lebih tepat.

F. Sistem Penilaian

Sistem penilaian merupakan sistem yang relatif yaitu sistem yang digunakan untuk menilai kemampuan mahasiswa secara relatif terhadap mahasiswa lain dalam kelasnya. Ini berarti bahwa prestasi seluruh mahasiswa dalam satu kelas digunakan sebagai dasar penilaian. Dalam hal ini digunakan anggapan bahwa dalam kelas yang besar nilai mahasiswa selalu bervariasi dari yang sangat baik sampai dengan jelek atau dari nilai A sampai E yang artinya adalah sebagai berikut :

Ketentuan Nilai (RANGE NILAI)

Nilai Huruf

Bobot

Nilai Angka

Kategori

A

4

95 – 100

Amat Baik

A-

3,75

90 – 94

Amat Baik

AB

3,5

85 – 89

Amat Baik

B+

3,25

80 – 84

Amat Baik

B

3

75 – 79

Baik

B-

2,75

70 – 74

Baik

BC

2,5

65 – 69

Baik

C+

2,25

60 – 64

Baik

C

2

55 – 59

Cukup

C-

1,75

50 - 54

Cukup

CD

1,5

45 - 49

Cukup

D+

1,25

40 - 44

Cukup

D

1

35 - 39

Kurang

E

0

<    35

Jelek


Setiap ujian merupakan bagian dari proses seleksi yang terus menerus dan dimaksudkan untuk menyisihkan proporsi mahasiswa yang paling tidak berbakat sambil mencari bibit yang baik untuk dididik lebih lanjut sampai program sarjana, magister dan doktor. Disamping nilai diatas masih digunakan nilai T atau tidak lengkap, artinya tidak semua tugas yang diwajibkan dapat diselesaikan pada waktunya. Biasanya diberikan waktu untuk melengkapi tugas yang belum selesai tersebut tetapi apabila sampai batas waktu yang ditetapkan tetap tidak melengkapi maka diberikan nilai E

G. Evaluasi hasil Studi dan Batas waktu Studi

1. Evaluasi hasil Studi Evaluasi hasil studi mahasiswa dilakukan dengan menghitung indek
prestasi (IP) dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

 


= Jumlah
Bn = Bobot Nilai
K   = Harga SKS mata kuliah

2. Evaluasi Hasil Studi Akhir Semester

Evaluasi hasil studi dilakukan sekurang-kurangnya pada akhir tiap semester. Evaluasi yang dilakukan itu meliputi semua kegiatan pendidikan yang diambil mahasiswa pada semester itu. Hasil evaluasi ini terutama digunakan untuk menentukan banyaknya sks yang akan diambil pada semester berikutnya.
Jumlah sks yang dapat diambil pada semester berikutnya dapat ditentukan dengan pedoman sebagai berikut :

Indek prestasi (IP)

SKS maksimal yang dapat diambil

≤   1,50

16

1,50   <   1,99

18

2,00  s.d. 2,49

20

2,50  s.d. 2,99

22

>   3,00

24

3. Tata Tertib Ujian

Peserta ujian harus berpakaian sopan dan rapi, tidak diperbolehkan memakai kaos oblong, sandal/slop, sepatu sandal dan jaket.

Peserta ujian wanita wajib mengenakan jilbab, kecuali untuk yang beragama selain islam

Peserta ujian harus membawa Kartu Peserta Ujian pada setiap mengikuti ujian.

Peserta ujian yang tidak membawa Kartu Peserta Ujian pada waktu ujian diharuskan melapor kepada panitia ujian.

Kartu ujian yang hilang akan diganti dengan syarat menunjukkan bukti kehilangan dari kepolisian dan bukti lunas pembayaran ujian

Peserta ujian dilarang membawa buku dan atau catatan kedalam ruang ujian selama ujian berlangsung kecuali untuk ujian yang bersifat open book serta meletakkan tas dan perlengkapan lain ditempat yang telah disediakan

Peserta ujian dilarang mengaktifkan hand phone pada saat ujian berlangsung

Peserta ujian harus mengambil tempat duduk sesuai dengan nomor peserta ujian dan dilarang pindah/memindahkan tempat dan atau merubah/menganti nomor peserta/nomor pada tempat duduk kecuali seijin pengawas ujian.

Peserta ujian yang datang terlambat 15 menit sesudah ujian dimulai, tidak diperkenankan mengikuti ujian yang bersangkutan kecuali mendapatkan ijin dari panitia ujian.

Selama ujian berlangsung, peserta ujian dilarang :

Berkomunikasi dengan peserta ujian lainnya dengan tujuan meminta atau memberi bantuan dalam mengerjakan ujian.

Melakukan tindakan dalam hal-hal yang dianggap beri’tikad tidak baik dalam mengerjakan ujian.

Peserta ujian dapat berhubungan dengan pengawas ujian dengan mengacungkan tangan kanan keatas, dalam keadaan :

Lembar kertas ujian berhalaman kosong, salah cetak, tulisan tidak jelas dan sejenisnya.

Timbul gangguan secara tiba-tiba, seperti jatuh sakit atau ada keperluan yang mendadak/mendesak.

Peserta ujian yang telah selesai mengerjakan ujian sebelum waktu yang disediakan berakhir, diperkenankan meninggalkan ruang ujian dengan meletakan pekerjaan ujiannya ditempat yang disediakan.

Peserta ujian harus segera meninggalkan ruang ujian apabila waktu ujian telah selesai dan kertas pekerjaan ujian segera diserahkan kepada pengawas.

Peserta ujian yang melakukan kecurangan dalam mengerjakan ujian dapat dikeluarkan dari ruang ujian, setelah diberikan peringatan pertama dan peringatan kedua dengan mengganti kertas ujian yang baru.

Bila peserta ujian tertangkap basah menyontek (“ngepek”), maka tindakannya dinyatakan curang, lembar jawaban diganti, dan akan dilaporkan kepada dosen penguji yang bersangkutan.

Bila berhalangan mengikuti ujian pada mata kuliah tertentu maka yang bersangkutan tidak memiliki nilai ujian untuk mata kuliah tersebut

Tidak diberlakukan ujian susulan untuk semua mata kuliah yang telah diujikan pada waktu yang ditelah ditentukan.

Peserta ujian yang melanggar tata tertib ini, akan dikenakan sanksi-sanksi menurut peraturan yang berlaku

Bagi yang tidak setuju atas tata tertib yang telah ditentukan dapat mengajukan keberatan kepada Pimpinan Fakultas Psikologi Unissula.

H. Pengulangan Kegiatan Pendidikan
Untuk memperbaiki nilai, mahasiswa diperkenankan mengambil kembali kegiatan pendidikan.
Nilai yang digunakan untuk menghitung IP ialah nilai tertinggi yang pernah dicapai.

I. Evaluasi Hasil Studi pada Akhir Program studi
Jumlah sks minimum yang harus dikumpulkan oleh mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang pendidikan sarjana psikologi (S1) minimal 149 sks. Syarat mahasiswa yang dinyatakan lulus dan mendapatkan gelar sarjana adalah sebagai berikut :
1. Memperoleh IP keseluruhan / kumulatif minimal 2,00 tanpa nilai E
2. Telah menyelesaikan skripsi
Predikat kelulusan mahasiswa Fakultas Psikologi Unissula dinyatakan dengan : 2,00 - 2,49 = Cukup 2,50 - 2,99 = Memuaskan 3,00 - 3,49 = Sangat Memuaskan 3,50 - 4,00 = Cumlaude (dengan pujian)

J. Skripsi
Syarat pengambilan matakuliah skripsi :
1. Sudah menempuh minimal 140 sks
2. Nilai D maksimal 10 % dari 140 sks
3. Tidak terdapat nilai E
4. Membayar pendaftaran skripsi
5. Membayar registrasi
6. Telah mengambil matakuliah Teknik Penulisan Skripsi dengan nilai minimal C
7. Mengisi blangko pendaftaran skripsi
8. Melampirkan judul skripsi

K. Program Magang
Syarat mengikuti program Magang :
1. Sudah menempuh minimal 120 sks
2. Sudah lulus matakuliah Psikodiagnostik I s.d. VIII
3. Membayar pendaftaran magang
4. Bersedia ditempatkan dilokasi yang telah ditetapkan fakultas

L. Bimbingan akademik / Perwalian
Setiap mahasiswa mendapat bimbingan dan pengarahan dari dosen wali (penasehat akademik/PA) agar dapat memilih dan menetapkan program/beban studi lancar sesuai dengan kemampuan dan prosedur yang benar. Tugas dosen wali (Penasehat Akademik/PA)
1. Mengarahkan mahasiswa yang dibawah tanggung jawabnya, agar dalam menyusun program dan
beban studinya tepat dan sejalan dengan hasil yang dicapai
2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membicarakan masalah-masalah akademik
yang dihadapinya
3. Membantu mahasiswa agar dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar dengan baik
4. Membantu kelancaran kegiatan administrasi akademik, dalam hal ini dosen wali berfungsi dan
berperan untuk :
a. Mengesahkan rencana studi yang disusun oleh mahasiswa
b. Memberikan informasi akademik yang diminta oleh pihak administrasi akademik
c. Menyampaikan hal-hal yang penting yang berhubungan dengan mahasiswa untuk diketahui
dan mendapatkan penanganan dari pihak fakultas/jurusan dan administrasi akademik

M. Daftar Ulang mahasiswa (Registrasi)

Ketentuan untuk melakukan daftar ulang adalah sebagai berikut :

Registrasi diberlakukan kepada semua mahasiswa yang masih aktif dalam menyelesaikan studinya.

Masa registrasi ditentukan dalam kalender akademik universitas maupun fakultas

Registrasi tidak dapat dilakukan setelah masa registrasi berakhir

Mahasiswa yang tidak melakukan registrasi tidak berhak memperoleh pelayanan akademik dan tidak diperkenankan mengikuti kegiatan akademik

Biaya registrasi dibayar pada awal semester

Bagi mahasiswa yang tidak menyusun Kartu Rencana Studi (KRS) karena menunggu ujian tahap akhir, cuti studi atau di skorsing dibebani biaya registrasi (fixed cost) dan ujian tahap akhir

Mahasiswa yang sedang menulis skripsi diwajibkan membayar biaya bimbingan yang besarnya ditentukan dengan SK Rektor

Pada waktu registrasi, mahasiswa wajib menunjukkan bukti-bukti lunas pembayaran uang SPP sesuai dengan ketentuan biaya daftar ulang dan bukti-bukti kewajiban administrasi lainnya kepada Pembimbing Akademik untuk memperoleh tanda tangan pengesahan

Mahasiswa pindahan dari fakultas / perguruan tinggi lain luar Unissula dapat diterima setelah mendapat persetujuan rektor dengan persyaratan yang telah ditentukan

Mahasiswa yang tidak melakukan registrasi selama 2 sampai 6 semester berturut-turut dianggap keluar dari Unissula

Mahasiswa yang mengikuti kuliah dengan dosen mata kuliah yang bersangkutan tetapi tanpa ingin memperoleh kredit / nilai untuk mata kuliah itu, berkedudukan sebagai mahasiswa pendengar dengan penulisannya dalam KRS

N.  Cuti Studi

Cuti studi adalah penghentian sementara studi yang diijinkan dan bukan karena sanksi akademik. Ketentuan dalam mengambil cuti akademik adalah sebagai berikut :

Pengambilan cuti akademik tidak boleh lebih dari 3 semester berturut-turut dari jumlah cuti studi untuk jenjang  pendidikan S1

Cuti studi diperhitungkan dalam batas masa studi

Permohonan cuti studi dilakukan oleh mahasiswa yang bersangkutan dengan diketahui oleh dosen wali yang ditujukan kepada Rektor melalui Dekan untuk dipertimbangkan

Permohonan cuti diajukan pada masa registrasi dan paling lambat pada awal masa batal tambah semester yang bersangkutan dengan wajib membayar  biaya registrasi

Mahasiswa yang mengambil cuti studi tidak boleh mengikuti kuliah / tidak berhak mengambil mata kuliah

Perubahan status kuliah ke satus cuti dan atau sebaliknya hanya dapat dilakukan pada masa registrasi dan paling lambat pada masa awal batal tambah semester yang bersangkutan.

O. Readmisi

Mahasiswa yang telah keluar dan atau mahasiswa yang dianggap keluar karena tidak melakukan registrasi selama 2 sampai 6 semester berturut-turut dapat diterima kembali sebagai mahasiswa apabila telah melakukan readmisi
Terhadap mahasiswa tersebut diberlakukan ketentuan sebagai mahasiswa baru dan wajib memenuhi syarat-syarat :

Memenuhi kewajiban keuangan yang terdiri dari uang pendaftaran, fixed cost, uang pangkal, uang spp dan sumbangan dana pengembangan untuk 2 – 3 semester 25 %, 4 semester atau lebih dikenakan 50 % dari dana pengembangan semester yang bersangkutan readmisi

Jumlah sks dan matakuliah masih tetap berlaku apabila tidak ada perubahan kurikulum, sedangkan apabila terdapat perubahan kurikulum maka jumlah sks dan mata kuliah akan ditinjau dan diberlakukan sks dan nilai transfer

Semester-semester dimana mahasiswa tidak registrasi tetap dihitung dalam batas masa studi

Mahasiswa yang dikeluarkan karena pertimbangan akademik / akibat sanksi akademik tidak apat diterima lagi sebagai mahasiswa

P. Pindah atau Keluar

Mahasiswa yang ingin pindah atau keluar dari Unissula harus mengajukan permohonan tertulis kepada rektor dengan mengajukan alasan dan memperoleh ijin dari Dekan

Permohonan mahasiswa yang ingin pindah atau keluar dari Unissula yang telah memperoleh keputusan / disetujui oleh rektor secara administrasi penyelesainya diproses lebih lanjut di BAAKSI

Permohonan pindah atau keluar yang diajukan harus dilampiri bukti-bukti :

Bebas segala kewajiban keuangan dari Biro Administrasi Umum (BAU)

Bebas tidak memiliki pinjaman buku dari perpustakaan fakultas maupun pusat

Bebas dari pinjaman alat-alat laboratorium

Penyelesaian hal-hal yang dianggap perlu

Jika permohonan pindah atau keluar diajukan pada saat yang bersangkutan masih terdaftar sebagai mahasiswa Unissula semua matakuliah yang diambil untuk semester tersebut dinyatakan batal

Jika permohonan pindah atau keluar diajukan pada saat yang bersangkutan tidak lagi terdaftar sebagai mahasiswa unissula, mahasiswa tersebut harus menunjukkan bukti bebas segala kewajiban keuangan, tidak mempunyai pinjaman buku perpustakaan fakultas dan pusat, telah menyelesaikan pinjaman alat-alat laboratorium dan membayar kewajiban biaya administrasi

Mahasiswa yang tidak melakukan registrasi selama 2 sampai 6 semester berturut-turut dinyatakan / dianggap keluar

Mahasiswa yang telah dianyatakan / dianggap keluar tidak berhak mendapatkan surat keterangan apapun apabila ketentuan tidakdipenuhi

 

Q. Sanksi Akademik

Semua bentuk penyimpangan dari ketentuan-ketentuan akademik yang telah ditetapkan akan dikenakan sanksi baik administrasi maupun akademik.

Sanksi-sanksi tersebut dapat berupa :

Bagi mahasiswa yang terlambat melakukan registrasi tidak berhak memperoleh pelayanan akademik maupun administrasi

Bagi mahasiswa yang tidak mengajukan / merencanakan program studinya (KRS) pada waktu yang telah ditentukan sesuai dengan kalender akademik tidak diperbolehkan mengikuti segala aktifitas perkuliahan

Bagi mahasiswa yang persentase kehadiran kuliahnya kurang dari 75 % dari waktu yang telah ditentukan maka mahasiswa tersebut tidak berhak mengikuti ujian akhir semester

Bagi mahasiswa yang tidak mengerjakan tugas-tugas terstruktur dan tugas mandiri yang telah ditentukan oleh dosen pengampu maka penilaian mahasiswa tersebut dapat ditunda

Bagi  mahasiswa yang Indeks Prestasi (IP) nya kurang dari 2,00 selama 4 (empat) semester berturut-turut maka mahasiswa tersebut akan dikenakan sanksi terhadap status kemahasiswaanya.

Bagi mahasiswa yang melanggar ketentuan normatif dapat dikenakan sanksi teguran,  peringatan keras, skorsing dalam waktu tertentu atau dicabut haknya sebagai mahasiswa, dan bagi mahasiswa yang dikenakan skorsing tidak berhak mendapatkan pelayanan akademik amaupun administratif.